Warga Temukan Bayi di Kebun Teh Pematang Sidamanik, Formasi Memohon agar Pihak Kepolisian Mengusut Tuntas
Pematang Siantar - Warga di kawasan Kebun Teh Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, digemparkan dengan penemuan seorang bayi pada hari Selasa 22-10-2025 digemparkan dengan penemuan sosok Bayi dikawasan kebun teh yang berlokasi di Pematang Sidamanik. Bayi tersebut ditemukan oleh warga yang bekerja di PTPN. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan disekitaran perkebunan teh dalam kondisi hidup dan menangis di dalam kardus.
Menurut keterangan salah satu warga, bapak berinisial K bayi tersebut ditemukan di sekitar perkebunan teh yang terbungkus dalam kardus dibalut dengan kain. “Awalnya kami mendengar suara tangisan. Setelah dicari, ternyata ada bayi yang ditinggalkan begitu saja. Kami langsung melapor ke aparat desa dan membawa bayi itu ke puskesmas,” ujarnya.
Menurut dari keterangan warga peristiwa tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Warga meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap siapa pelaku yang tega meninggalkan bayi tak berdosa tersebut.
Bayi yang ditemukan kini berada dalam perawatan tenaga medis di puskesmas dan menurut informasi rencana akan dibawak ke Dinsos (Dinas Sosial)
Formasi (Forum Aliansi Konsultasi Hukum Sidamanik-Sekitarnya) sangat prihatin ketika mendapat dan mendengar informasi kejadian tersebut.
Arya Damanik, S.H., CLDS merupakan Sekretaris Formasi (Forum Aliansi Konsultasi Hukum Sidamanik- Sekitarnya) meminta dan memohon kepada bapak Kapolsek (bapak AKP L Manurung) serta jajaran aparat penegak hukum, Polsek Sidamanik untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga menemukan pelaku. Harapan besar pelaku segera ditemukan, ujarnya
“Perbuatan ini sangat tidak terpuji dan tidak bisa ditoleransi. Kami mendorong pihak kepolisian untuk memberikan sanksi yang setimpal sesuai hukum yang berlaku, agar menjadi efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan serta tidak menjadi contoh untuk yang lain
Jika pelaku sudah ditemukan berharap tindakan hukum segera dilakukan guna memastikan keadilan dan perlindungan terhadap hak bayi tersebut." ujar Arya Damanik, S.H., CLDS
Menurut Windy Anggraini, S.H merupakan ketua dari Formasi (Forum Aliansi Konsultasi Hukum Sidamanik-Sekitarnya), tindakan pembuangan bayi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan norma sosial masyarakat Sidamanik- Pematang Sidamanik dan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam memberikan edukasi, perlindungan, dan dukungan kepada ibu hamil, terutama yang berada dalam situasi sulit.
“Kami tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi di daerah kami terkhusunya di Pematang Sidamanik. Setiap anak berhak hidup dan mendapatkan perlindungan sejak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa,” ujar Windy Anggraini, S.H
Seluruh Personil Formasi berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian, dan masyarakat dalam menangani kasus ini serta memperkuat upaya pencegahan ke depan dan diharapkan tidak ada ada lagi kejadian yang seperti ini.
*Formasi (Forum Aliansi Konsultasi Hukum Sidamanik-Sekitarnya)*
1. Windy Anggraini, S.H
2. Ardiansyah Nasution, S.H
3. Nadiya Asvina, S.H
4. Ade Zuki Damanik, S.H., C.NLP.,C.POM., CDM.
5. Arya Ilham Fauzi Damanik, S.H., CLDS
6. Pebri Anto Purba, S.H


Post a Comment